Siapa Tahu Tentang Bogor

March 8, 2010 No comments »

Mengumpulkan beberapa pertanyaan tentang kotaku tercinta…
Ada yang tau jawabannya?

1.    Tahukah Anda, apakah nama Patung laki-laki dan tangan yang berada di bagian belakang Istana Bogor…?
2.    Tahukah Anda, ada lebih dari satu jembatan penyeberangan di Kota Bogor?
3.    Tahukah Anda Statistik Pengunjung Kebon Raya Bogor diatas 50% bukan warga Kota Bogor?
4.    Tahukah Anda Mitos yang mengatakan kalau anda bawa pasangan pacaran ke kebon raya bogor, tdk berapa lama Anda akan PUTUS??
5.    Tahukah Anda kalau di tempatduduk tertentu didekat sambungan KRL AC, Adalah tempat duduk KHUSUS Manula, Ibu Hamil dan Orang Cacat?
» Read more: Siapa Tahu Tentang Bogor

Taman Kanak-kanak yang Kepala Sekolahnya Peragu

March 7, 2010 No comments »

Taman kanak-kanak itu lokasinya di pusat kota. Megah gedungnya. Siswanya tak membayar, malah dibayar. Yang penyabar dibayar, yang pemarah dibayar. Yang pendiam dibayar, yang suka bikin ribut dibayar. Yang pemalu dibayar, yang over acting dibayar.

Siapa yang membayar? Dengan suka dan rela, jutaan orang membayarnya. Mengumpulkan rupiah demi rupiah demi rupiah, agar mereka nyaman bermain disana.

» Read more: Taman Kanak-kanak yang Kepala Sekolahnya Peragu

Palu yang Memalukan dan Memilukan

March 4, 2010 1 comment »
Palu hanyalah sebuah alat. Biasanya dibuat indah, enak dipegang dan tentu saja mantap diayun.
Palu biasa adanya di tempat biasa. Mungkin di pojokan sebuah bengkel, atau di tas seorang tukang bangunan.

Ketika palu itu ada di meja, tepat di depan seorang wakil rakyat yang mewakili para wakil rakyat, karena posisinya sebagai ketua salah satu lembaga tinggi wakil rakyat, palu itu menjadi istimewa.

Ketika dipukulkan, maka banyak makna yang bisa terjadi. Makna itu adalah akumulasi dari motif dan pola pikir dibalik sang pengayun dan pemalu.

Marzuki Alie kelihatannya memang pemalu. Bicaranya santun, pelan dan tangannya berekspresi, persis seperti idolanya, SBY.

Kali ini Marzuki Alie menjadi pemalu betulan, dengan makna yang lebih luas dan dampak lebih sistemik; seperti kasus yang sedang hangat jadi perbincangan dan perdebatan.

Palu yang diayun dengan motif tak santun tentu akan menjadi palu yang memalukan. Karena, palu itu terayun demi sebuah pembenaran, bukan lagi membela kebenaran.

Palu yang diayun dengan motif yang bersih dan tulus demi kepentingan rakyat dan kebenaran yang menyertainya, tentu tidak akan memalukan, karena ia akan memuliakan.

Tapi, di negeri ini, hidup mulia, bagi beberapa kondisi, tak lagi menjadi tujuan. Kadang, hidup ini dijalani dengan melakukan hal yang memalukan.

Buktinya, banyak yang gembira ketika terjadi kekisruhan. Kekisruhan yang stimulusnya sudah terskenario. Dampaknya lah yang kemudian menjadi konsumsi media.

Negeri ini memang hebat dan besar secara statistik, tapi kerdil secara karakter.

Ketika hidup mulia bukan lagi tujuan, maka bersiaplah untuk dipermalukan di hadapan kekekalan di akhirat kelak…..

Nikah Siri dan Bank Century

February 20, 2010 2 comments »

Ini kutipan beritanya…

Nasib RUU Hukum Materil Peradilan Agama Bidang Perkawinan (HMPA) atau yang dikenal sebagai RUU Nikah Siri memang misterius.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, dalam jumpa pers di Kementerian Agama, Jumat (19/2/2010) memberi pernyataan mengagetkan. Suryadharma meminta kontroversi RUU tersebut dihentikan karena RUU tersebut tidak ada.

“Sudahlah, tidak usah diperdebatkan karena barangnya saja nggak ada,” ujar kata Suryadharma. Pernyataan ini jelas bertentangan dengan pernyataan Suryadharma sebelumnya.

Pihak Sekretariat Negara, melalu Mensesneg Sudi Silalahi mengaku belum menerima draf RUU Nikah Siri. Padahal Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Nasaruddin Umar menegaskan pihaknya telah menyerahkan draf RUU itu ke Setneg.

“Akhir tahun lalu kita serahkan. Yang jelas kita sudah ke Setneg, nggak tahu di mana, kalau belum sampai ke Setneg,” kata Nasaruddin.

(sumber: http://www.detikhot.com/read/2010/02/20/101556/1303269/230/ahmad-dhani-jangan-jangan-siluman-yang-bikin-ruu-nikah-siri)

» Read more: Nikah Siri dan Bank Century

Ke Ge er an Disayang Allah

January 28, 2010 4 comments »
Duh..

Kali kedua dompetku hilang. Dulu ditemukan oleh seorang yang sedang berfoto ria di bawah sebuah pohon kecil di stasiun beos.

Kali ini saya menduga hilang di busway, saat bergegas menuju sebuah Rumah Produksi, mengejar kerjaan jadi creative sekaligus reporter. Lumayan, bisa masuk tv kali ya.. hehehehe…

Saat di busway itu, saya sibuk ber bbm dengan grup baru, karena akan bersiap menjelang reuni akbar di bulan Mei.. Reuni angkatan yang sebenarnya saya tak selesai kuliah, alias DO.. tak apalah, silaturahim tak harus selalu dibatasi dengan gelar akademik.

Saat itu di stasiun kereta ekspress pakuan Tanah Abang.

Tak sadar kehilangan, sampai saya akan membeli majalah langganan isteri, yaitu Mother & Baby yang harganya Rp 29.000. Uang di kantong saya tinggal Rp 12.000. Ditambah lagi salah satu teman berkirim email, menanyakan salah rekening Pondok Yatim Menulis. Saya langsung ingat dompet, karena salinan no rekeningnya ada disitu.

» Read more: Ke Ge er an Disayang Allah